BAB
I
HAKEKAT
WAWASAN KEBANGSAAN
1.1. Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Kebangsaan
Indonesia.
Berdasarkan pengkajian mendalam tentang apa
dan bagaimana wawasan yang harus dimiliki bangsa Indonesia dalam melangkah
menujutercapainya tujuan nasional, maka terlahirlah suatu wawasan nasional yang
menjadi wawasan kebangsaan Indonesia, yaitu disebut Wawasan Nusantara.
Pengertian Wawasan Nusantara Terdapat dua kata
dalam memahami pengertian wawasan nusantara, yaitu terdiri dari kata wawasan
dan nusantara. Wawasan berasal dari kata mawas, yang berarti melihat,
meninjau, meneliti, mengamati atau memandang. Wawasan dapat berarti
pandangan. Sedangkan nusantara, terdiri dari kata nusa dan antara. Nusa, adalah
kepulauan dan antara, adalah jarak, maksudnya jarak dari pulau ke pulau. Jadi
nusantara dapat diartikan sebagai wilayah yang terdiri dari pulau-pulau. Karena
itu Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau sering disebut sebagai negeri
nusantara. Dari uraian di atas dapat dikemukakan bahwa wawasan nusantara dapat
diartikan sebagai; cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya
yang terdiri dari pulau-pulau. Sejalan dengan pengertian di atas, dalam suatu
lokakarya Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional di Lemhanas pada Januari
tahun 2000 mengemukakan bahwa; “Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa
Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua
aspek kehidupannya yang beragam ( Tim PKN 2002: 82)”. Sementara itu Kelompok
Kerja Lemhanas tahun 1999 mengemukakan pengertian wawasan nusantara sebagai
berikut: Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri
dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan
persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan
nasional (Tim PKN 2002:82).
1.2. Mengapa
Wawasan Nusantara Menjadi Dasar Wawasan Kebangsaan Indonesia ?
Terdapat beberapa alasan mengapa wawasan nusantara
menjadiwawasan kebangsaan Indonesia, yaitu:
a) Secara ideologis-konstitusional, bangsa
Indonesia berdasarkan pada nilainilai Pancasila dan UUD 1945, yang secara
subtantif (isinya), dapat memberi arah pandang kemajemukan bangsa Indonesia
pada prinsip persatuan dan kesatuan bangsa.
b) Secara kewilayahan, bangsa Indonesia
memiliki wilayah yang luas dan terdiri dari pulau-pulau yang berada di antara
dua benua (Benua Asia - Australia) dan dua samudra (Samudra Hindia dan Samudra
Pasifik). Dengan posisi seperti itu, maka wilayah Indonesia menempati posisi
perlintasan dunia yang strategis dan sangat menguntungkan, khususnya di Selat
Malaka.
c)
Secara sosial-budaya, bangsa Indonesia memiliki keanekaragaman suku,
agama, ras, bahasa, adat-istiadat, kesenian dan kebudayaan yang berbedabeda.
Keanekaragaman perbedaan ini berada dalam satu ikatan dengansemboyannya yang
terkenal, yaitu Bhineka Tunggal Ika.
d) Secara kesejarahan, bangsa Indonesia
pernah mencapai masa-masa kejayaannya, yaitu pada jaman Sriwijaya dan
Majapahit. Pada jaman tersebut wilayahnya meliputi kepulauan yang sangat luas,
sehingga pada jaman itu sering dikatakan sebagai jaman kerajaan nusantara.
Tetapi jamankejayaan itu berahir dan terpecah-pecah. Hal ini harus menjadi
pengalaman sejarah yang berharga agar bangsa Indonesia jangan terpecah-belah.
Atas dasar alasan di atas itulah, maka bangsa Indonesia kemudian menjadikan
wawasan nusantara sebagai wawasan kebangsaan Indonesia.
1.3.
Konsepsi Wawasan Nusantara
Kapan istilah konsepsi wawasan nusantara itu mulai
dikenal sebagai wawasan kebangsaan Indonesia ?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Munajat
Danusaputro (1979:69) mengemukakan sebagai berikut:
1)
Dari segi ide, gagasan, dan cita-citanya,
konsepsi wawasan nusantara aspirasinya terkandung dalam semboyan Bhineka
Tunggal Ika yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No.66 tahun 1951.
Bhineka Tunggal Ika mengandung arti berbeda-beda tetapi satu jua, maksudnya
ialah; menghubungkan (menyatukan) daerah-daerah dan suku bangsa yang
berbeda-beda di seluruh nusantara Indonesia menjadi satu kesatuanraya.
2)
Dari segi azas negara kepulauan
(archipelagic state principle), konsepsi wawasan nusantara terdapat dalam
Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957, yang mengumumkan tentang batas territorial
laut Indonesia selebar 12 mil diukur dari titik luar kepulauan Indonesia yang
terluar.
3)
Dari segi nama, konsepsi wawasan nusantara
pertamakalinya dicetuskan dalam Seminar Hankam I tgl 12-21 Nopember 1966, yang
kemudian dikukuhkan dalam Raker Hankam 17-28 Nopember 1967. Pada saat itu
istilah nama wawasan nusantara yang kemudian menjadi wawasan kebangsaan
Indonesia mulai dikenal.
4)
Dari segi perumusan dan penjabarannya,
konsepsi wawasan nusantara mulai dipakai sebagai konsep yang harus melandasi
Ketahanan Nasional Indonesia, terjadi di Lemhanas pada 10 Nopember 1972.
5)
Dari segi perumusan dan penetapannya,
konsepsi wawasan nusantara sebagai Wawasan Pembangunan Nasional terjadi pada
tgl 22 Maret 1973, berdasarkan ketetapan MPR RI No.IV /MPR/1973.
1.4.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Wawasan Nusantara
Terdapat
beberapa faktor yang turut mempengaruhi Wawasan Nusantara, antara lain:
1) Faktor Geografis (wilayah), faktor ini
didasarkan pada wilayah Indonesia yang terdiri atas kepulauan. Pulau-pulau
dalam wilayah Indonesia tersebar dari sabang (Aceh) sampai meraoke (Irian
Jaya). Semua itu merupakan satu kesatuan wilayah yang utuh. Sedangkan lautan di
antara pulau-pulau itu, dalam konsep Wawasan Nusantara berfungsi sebagai laut
penghubung bukan sebagai pemisah. Mengapa demikian ? Karena wilayah Indonesia
adalah seluruh lautan yang di dalamnya terdiri atas pulau-pulau besar dan kecil
yang jumlahnya kurang lebih 17.508
pulau.
Wilayah
kepulauan Indonesia secara astronomi terletak pada batas-batas sebagai berikut:
Batas
Utara : + 6. 08’ L intang Utara
Batas
Selatan : + 11. 15’ Lintang Selatan
Batas
Barat : + 94. 45’ Bujur Timur
Artikel yang menarik, Bu Rita. Saya ingin tanya pendapat Anda. Menurut Anda, apakah kita, sebagai warga negara Indonesia, sudah memiliki wawasan nusantara?
BalasHapuswah artikel yang menarik dan menambah pengetahuan saya. Terima kasih bu Rita
BalasHapussiiipppp......
BalasHapusBu Rita, saya tertarik dengan artikel wawasan nusantaranya tolong diteruskan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi wawasan nusantara biar komplit. Matur nuwun
BalasHapus